Latest blog entry

Surga pun takkan cukup


Saat kita asik menyaksikan film, kadang kita lupa bahwa semua adegan sudah dirancang oleh sutradara. Apakah kita ingat saat membaca kitab suci, bahwa kisah Adam dan Hawa sudah dirancang oleh Tuhan?
Sebelum Adam diciptakan pun Tuhan sudah tahu bahwa Adam akan dikeluarkan dari surga. Tuhan juga tahu bahwa setan tidak akan sujud kepada Adam. Tuhan Maha Tahu, bukan?
Jika surga berada dalam dimensi keabadian, mengapa Tuhan menceritakan kisah Adam dan Hawa layaknya berada dalam dimensi waktu? Dalam dimensi keabadian, tidak ada dimensi waktu. Kalo masih ada waktu, berarti bukan alam [...]

March 17, 2012 | Leave a comment | Permalink

Ada Tuhan dipuncak gunung

Oleh : Akmal Ihsan Haris (034/MAHESA/III/AP/2010)

Bismillahirrahmanirrahim
Salam lestari…
Seringkali, salam ini terdengar menggema hingga mengobarkan semangat kita. “SALAM LESTARI !!! TETAP LESTARI !!!” , sering kita teriakkan, coba untuk mensakralkannya. Ada sebuah kesadaran terbangun dalam dua kata tersebut. Ada sebuah kebanggaan. Ada sebuah semangat. Ada sebuah tujuan suci. Ada cita-cita mulia. Namun apakah itu semua ada? Ataukah yang ada hanya sebuah kesadaran yang semu dalam dua kata itu? Apakah dengan meneriakkannya meniscayakan keberadaan kelestarian? Apakah kita sadari atau tidak,dua kata itu agak bermakna dogmatis? Atau apakah terpahamkan kelestarian dalam kata [...]

October 4, 2011 | Leave a comment | Permalink

Pilihan Kita Sendiri

“Takdirrrr..Memang Kejammm…”
Haha, sepenggal lirik yang dibawakan Oleh Desy Ratnasari tersebut mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga anda. Yach, kali ini sedikit saya akan menuangkan beberapa deret kata tentang kalimat Takdir tersebut.
Terkadang, ketika kita berjalan dalam hidup ini tak sedikit banyak aral dan rintangan yang kta lalui di sepanjang perjalanan itu. Ada banyak orang yang terus melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan halangan, ada pula orang yang menjalaninya dengan keterpaksaan dan kepasrahan semata, dan tak sedikit pula orang yang akhirnya berhenti dan dengan [...]

February 19, 2011 | Leave a comment | Permalink

Tata Rasid

Sang Penolong dari Kaki Gunung Bawakaraeng
Usianya memang sudah lewat setengah abad. Dia bahkan seorang kakek dari enam cucu. Namun soal kemampuan fisik, kakek yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Dia masih sanggup mendaki puncak Gunung Bawakaraeng setinggi 2830 meter dari permukaan laut, tiga kali dalam seminggu.
Namanya Tata Rasyid. Sebut saja namanya di kalangan pendaki gunung di seantero Sulawesi Selatan. Hampir pasti 99,99 persen pendaki gunung akan menganggukkan kepala pertanda mengenalnya.
Tata Rasyid adalah penduduk lokal kempung Lembanna, sebuah kampung berbalut hawa dingin di kaki Gunung Bawakaraeng. Lembanna adalah [...]

January 10, 2011 | Leave a comment | Permalink

Saya Menolak Keberadaan Tuhan

Saya Menolak Keberadaan Tuhan..
Ketika Tuhan mengambil orang-orang yang saya sayangi satu-persatu.
Ketika Tuhan tak hadir ketika ku mencarinya, bahkan di puncak yang tertinggi sekalipun.
Ketika Tuhan sudah di materikan, bahkan dimanusiakan oleh manusianya.
Ketika Insya Allah tak lebih dari sebuah kalimat kamuflase “maybe yes, maybe no”.
Ketika manusianya tak mampu lagi membedakan gelap dan terang.
Ketika ku tersesat dan Kau tak mampu menuntunku kembali.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika saya menolak kehadiranku sendiri.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak bisa mencintai diriku sendiri.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku gagal untuk menemuiMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak [...]

December 5, 2009 | Leave a comment | Permalink