Makassar, 10 September 2011
Sabtu siang, Makassar dalam keadaan yang terik ketika kami beranjak dari Three’s Net, kali ini sebuah perjalanan dadakan dalam sebuah misi mengantar seorang petualang asing dari sebuah negri yang sangat jauh menuju salah satu puncak tinggi di Sulawesi Selatan; Lompobattang. Mr.Daniel P.Quinn; begitulah nama lengkapnya, namun kami sangat dekat dengan memanggilnya dengan sebutan Sir. Beliau adalah seorang Guru Bahasa Inggris pada sekolah Internasional Korea di Jakarta. Tidak terlalu fasih dalam berbahasa Indonesia, namun bercita-cita untuk menjejakkan kakinya di 100 puncak gunung di Indonesia. Hingga saat [...]
Alhamdulillah…3 tahun sudah Mahesa berdiri sejak didirikannya sejak tahun 2007 silam. ada banyak hal yang bisa kami tuliskan disini, namun masih ada lebih banyak hal lagi yang bisa kami ceritakan seandainya kita bisa bertemu, wahai sahabat…
Sebuah Laporan Perjalanan Kegiatan MAHESA Bersih Gunung Bawakaraeng 2010
Alul Sarjana Ekonomi, 003/MAHESA/PENDIRI/2007
Kali ini, 12 Maret 2010, Makassar Menjelang Senja..
Dalam Catatan Kali ini, saya rasa akan lebih afdhol apabila saya memulainya dengan kulangkahkan kakiku keluar dari kamarku(Sebuah Kerajaan Malamku) setelah packing dan melakukan persiapan-persiapan lainnya…Setelah pamitan dan mencium tangan Ibunda saya pun melanjutkan perjalanan menuju ke MABES MAHESA di BTN ASAL MULA, kali ini saya menumpang Sepeda motor bermerek Yamaha Jupiter Z dan Othe’ (001/MAHESA/AP/2007) sebagai Jokinya.
Masih Senja di MABES MAHESA, ternyata sudah banyak kawan-kawan yang berkumpul [...]
KASUS-KASUS KHUSUS :
Penanganan-penanganan diatas merupakan suatu penanganan bersifat umum, adapun untuk kegiatan petualangan di alam bebas, selain ada juga korban/keadaan yang dapat diklasifikasikan sebagai penyakit pegunungan (Mountaing Sickness), antara lain :
Teknik penganan dalam keadaan gawat darurat sangat menentukan keberhasilan. Dalam teknik penanganan keadaan gawat darurat faktor kecelakaan dibedakan menjadi beberapa keadaan yang menentukan dalam tindakan yang harus dilakukan:
Dalam sebuah perjalanan, ada beberapa factor yang mempengaruhi perjalanan kita :
1. FISIK
Untuk menghasilkan suatu fisik yang baik tidaklah dicapai dalam waktu yang ingkat, tetapi memerlukan suatu latihan yang teratur dan terarah. Dan untuk mendapatkan suatu perjalanan yang aman, faktor fisik amatlah menentukan untuk mengetahui kemampuan fisik kita, kita harus mengetahui kemampuan system jantung, paru-paru, dan organ-organ
Berpetualang di alam bebas bukan merupakan suatu kegiatan senang-senang atau hura-hura semata, tapi banyak makna yang kita peroleh dari kegiatan ini. Dengan kegiatan ini,kita dilatih untuk siap, tangguh, kuat, percaya diri, dsb. Setidaknya kita dapat memberikan informasi mengenai keadaan iklim dan keadaan lingkungan tersebut kepada orang lain.