“Kau adalah apa yang kau pikirkan, selebihnya hanya tulang dan daging.” Rumi
Hangatkan juga hatimu …
Setiap saat, sama seperti ketika kau rindu menanti dingin mencengkram tengkukmu.
Namun tak kau mengerti mengapa merindu …
Ketika pertama kali mendaki dan tertagih.
Mendaki dan tercandu.
Mendaki dan terfana.
Ku menyangka bencana longsor itu.
Bawakaraeng …
namun disana ada padang edelweis dikehendakinya kelak.
Abadikah kau edelweis.
Perasaan ini, takjub ini, gamang ini.
Wahai kau sang Maha Pencemburu yang menghubungkannya.
Indah dan bunga.
Sang petualang kian terfana.
Rimba raya menjadi puncaknya.
Longsor itu bencana.
Edelweis tak indah lagi.
Dan Ia makin mencemburuimu.
Kau masih tak mengerti.
Namun Ia tetap membuatmu merindu akan [...]
Saya Melihat banyak sekali…
Saya melihat banyak orang yang sedang menonton bola dan sebagian besar diantaranya berjudi!!!berkah skali!!!
Saya melihat orang yang bergerak semata-mata karena materi,melupakan amanahnya,dan terus mengendus peluang ibarat anjing kelaparan yang lupa sm posnya!!!
Saya melihat orang yang gemar merebut milik orang lain,bahkan bekas jejakan kemaluan orang lain sekalipun!!!
Saya juga melihat orang yang berbicara melebihi apa yang dia lihat dan dia dengar..padahal sesungguhnya dia sendiri berbicara menggunakan mulut orang lain!!!
Saya melihat orang yang pura-pura lucu padahal sesungguhnya dia itu pembunuh keji, yang tega mematikan karakter orang lain dengan [...]
Oleh : Akmal Ihsan Haris (034/MAHESA/III/AP/2010)
Bismillahirrahmanirrahim
Salam lestari…
Seringkali, salam ini terdengar menggema hingga mengobarkan semangat kita. “SALAM LESTARI !!! TETAP LESTARI !!!” , sering kita teriakkan, coba untuk mensakralkannya. Ada sebuah kesadaran terbangun dalam dua kata tersebut. Ada sebuah kebanggaan. Ada sebuah semangat. Ada sebuah tujuan suci. Ada cita-cita mulia. Namun apakah itu semua ada? Ataukah yang ada hanya sebuah kesadaran yang semu dalam dua kata itu? Apakah dengan meneriakkannya meniscayakan keberadaan kelestarian? Apakah kita sadari atau tidak,dua kata itu agak bermakna dogmatis? Atau apakah terpahamkan kelestarian dalam kata [...]
Setelah menempuh perjalanan dengan bersepeda dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan menuju Kota Manado, Sulawesi Utara dan memakan waktu tempuh selama 24 Hari. Akhirnya Tim Kampanye Goyang Dua Roda OLH MAHESA, yakni Karmani Kamar dan Dede Darmanto (005/MAHESA/IV/AM/2011) berhasil menyelesaikan misinya tepat pada pukul 15.04 Waktu setempat.
Keberhasilan kampanye ini tidak terlepas atas usaha, semangat pantang menyerah dan ketabahan dari kedua pelaksana agenda ini yang tanpa putus asa dan tekad yang bulat tetap melanjutkan perjalanannya. Meskipun tidak sedikit kendala yang mereka alami di sepanjang perjalanan ini. Salah satu kendala yang [...]
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pemberi, Maha Pencipta, penguasa alam semesta yang telah menganugerahkan Rahmat dan Karunia yang berlimpah kepada bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, serta memiliki cita- cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa.
Seorang Kakek Bertanya Kepada Cucunya :
“apa Yang Kau Cari ke Gunung, Anak Muda?”
Cucunya Menjawab :
“Mental Yang Kuat Serta Jiwa Yang Sehat, Jauh dari Sifat-sifat Durjana, Bukannya Membuang Diri dan Lari Dari Masalah. PENCERAHAN, Kakek.”
Kakek tersebut kemudian menjawab:
“Jikalau Itu Maksudmu..Apabila Fisik Sudah Tercurah Habis, Mental Pun Goyah, Setidaknya Tegakkan Harga Dirimu, Anak Muda!!!”
Aku..
Tak Perlu Menjelaskan Panjang dan Lebar Siapa Aku, Sayang…
Aku Adalah Sosok Yang Sekarang Berdiri Dihadapanmu Ketika Kamu Sedang Bercermin.
Ketika Kuterbangun Tengah malam, ataukah Aku Sulit Untuk memejamkan mata,
Kupandang Lekat-lekat Gambar Wajahmu.
Menyenangkan Sekaligus Menyedihkan!!!
Aku Ingin Menemukanmu Walau Keadaannya Akan Menghancurkan Hatiku..
Sekelam Apapun Awan Hitam, Hujan Akan Menyapunya Pergi.