Kau Adalah Apa Yang Kau Pikirkan
“Kau adalah apa yang kau pikirkan, selebihnya hanya tulang dan daging.” Rumi
Hangatkan juga hatimu …
Setiap saat, sama seperti ketika kau rindu menanti dingin mencengkram tengkukmu.
Namun tak kau mengerti mengapa merindu …
Ketika pertama kali mendaki dan tertagih.
Mendaki dan tercandu.
Mendaki dan terfana.
Ku menyangka bencana longsor itu.
Bawakaraeng …
namun disana ada padang edelweis dikehendakinya kelak.
Abadikah kau edelweis.
Perasaan ini, takjub ini, gamang ini.
Wahai kau sang Maha Pencemburu yang menghubungkannya.
Indah dan bunga.
Sang petualang kian terfana.
Rimba raya menjadi puncaknya.
Longsor itu bencana.
Edelweis tak indah lagi.
Dan Ia makin mencemburuimu.
Kau masih tak mengerti.
Namun Ia tetap membuatmu merindu akan [...]
December 26, 2011 | Leave a comment | Permalink





